BAHAYA KANKER KELENJAR TIROID

Monday, November 2, 2009

Dalam tubuh manusia, ditemukan berbagai macam kelenjar dengan beragam fungsi, salah satunya kelenjar tiroid yang terdapat di leher. Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroid yang berfungsi mengendalikan kecepatan metabolisme fungsi kimia tubuh.

Gangguan berupa munculnya tumor ganas pada kelenjar tiroid patut diwaspadai karena dapat memicu terjadinya kanker tiroid. Orang dalam rentang usia 7-20 tahun dan 40-50 tahun berpeluang cukup tinggi untuk menderita penyakit ini. Sementara itu, jumlah penderita wanita lebih besar dua kali lipat daripada pria.

Penyebab kanker tiroid berhubungan dengan orang yang sering melakukan terapi penyinaran dikepala, leher, dada, kekurangan yodium, pembengkakan pada kelenjar tiroid, serta berhubungan denga kebiasaan merokok. Riwayat keluarga yang menderita kanker tiroid dan gondok menahun, juga dapat menjadi faktor resiko kanker tiroid.

Tanda klinis dari kelenjar tiroid yang berpotensi kanker dengan terlihat benjolan dileher, benjolannya keras tetapi tidak terasa sakit. Beberapa pasien mengalami beberapa gejala seperti suara serak, sesak napas dan kesulitan menelan.

Untuk membantu mendiagnosa kanker kelenjar tiroid dapat dilakukan melalui scanning yodium radioaktif, USG, dan CT atau MRI. Pemeriksaan patologi tumor, dapat menjadi diagnosa terakhir.

Pengobatan yang umum dilakukan untuk kanker kelejar tiroid adalah melalui tindakan operasi. Tindakan ini dapat dipilih oleh penderita pada stadium awal. Akan tetapi operasi masih memiliki resiko dan beberapa efek samping. Pengobatan dengan radioisotope yodium 131 terhadap kanker kelenjar tiroid dapat menstabilkan kondisi kankernya. Sementara, kemoterapi kurang efektif terhadap pengobatan kanker tiroid.

Modern Hospital GuangZhou china menerapkan metode berupa: pisau radio partikel, mematikan sel kanker yang memiliki efek samping yang kecil; pisau Ar-he (crysurgery); terapi kekebalan biologi modern; terapi superconducting genetic, mencegah penyebaran sel kanker keseluruh tubuh; dan terapi herbal. Berdasarkan keadaan pasien menetukan terapi melalui makanan, perpaduan makanan dengan herbal, serta memberi bimbingan terapi psikologis dan olahraga rehabilitasi.

Metode pengobatan baru diatas lebih aman, tepat sasaran, berefek samping minimal. Dengan kemajuan dalam bidang kedokteran dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien.




Artikel ini diambil dari Harian Kompas klasika
source gambar : indomp3z.us dan takute91.blogspot.com

Blog ini mengikuti kontes SEO astaga.com lifestyle on the net

Artikel Terkait



2 comments:

Ramlan November 2, 2009 at 3:20 PM  

good info, pasti bermanfaat buat semua

YanTsen Manik November 3, 2009 at 9:22 AM  

@ramlan : thanks broo atas commentnya.. good luck

ARTIKEL PENGHASIL UANG

  © Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia Wild Birds by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP