ANTISIPASI AWAL KANKER ESOFAGUS

Monday, October 19, 2009

Kanker esofagus termasuk kanker yang banyak dijumpai. Kanker ini yang menyerang saluran cerna yang berada pada tenggorokan yang menghubungkan rongga mulut dengan lambung. Didunia setiap tahun terdapat 310.000 kasus baru penderita kanker esofagus. Wanita lebih kerap mengalami gangguan ini dibandingkan dengan pria, dengan perbandingan 2:1. kanker esofagus ini lebih banyak terjadi pada orang dewasa, biasanya terjadi pada usia diatas 35 tahun dan pada usia 60 merupakan persentase tinggi.

Yang mudah menderita kanker esofagus adalah mereka yang memiliki gangguan sistem pencernaan, mempunyai riwayat keluarga yang menderita kanker esofagus dan kanker lambung, serta ada peradangan kronis dan polyp dibagian esofagus.

Orang yang mengkonsumsi minuman keras terus menerus, perokok aktif juga rentan terkena kanker esofagus. Untuk pola makanan yang kita asup pun dapat menjadi pembawa bibit kanker esofagus, seperti mengkonsumsi makanan fermentasi atau telah lama berjamur.

Sesuai dengan perkembangan kanker esofagus tersebut akan timbul gejala-gejala seperti, susah menelan seperti tersumbat dan timbul rasa sakit, tulang dada belakang terasa sakit, dan kurang nyaman disaluran esofagus. Selain rasa sakit didaerah dada dan saluran pernafasan, juga timbul rasa sakit diperut bagian atas.

Untuk pemeriksaan terhadap kanker esofagus berupa, X-ray barium meal, CT-Scan, esophagofibero-scope, dan endoscopy kemudian bisa langsung melakukan pemeriksaan biopsy untuk memastikan diagnosa kanker esofagus.

Pada umumnya pengobatan kanker esofagus stadium awal adalah dengan operasi. Untuk kanker esofagus stadium akhir dan terjadi pada saluran esofagus bagian atas, pilihan utama pengobatannya adalah dengan radioterapi dan juga kemoterapi.

Modern Hospital GuangZhou, cina menerapkan metode baru untuk membantu pengobatan terhadap kanker esofagus yaitu dengan metode gabungan timur-barat, menggabungkan beberapa metode yang tepat sasaran, aman, efek samping minimal, dan hasil maksimal.

Metodenya berupa : Terapi Photodynamic, dengan sinar laser untuk mematikan sel kanker esofagus, penanaman partikel seed dengan proses radiasi untuk mematikan sel kanker esofagus, dan tidak berefek terhadap jaringan disekitarnya. Metode pengobatan lainnya dengan penyangga esofagus untuk mencegah penyumbatan yang disebabkan oleh kanker esofagus, transarterital intercurrent local chemotheraphy, therapy immune dan superconducting genetic theraphy, dan pengobatan herbal. Selain itu, diterapkan terapi psikis dan olahraga untuk membantu proses pengobatan, disamping metode-metode terapi yang dijalankan.

Untuk mendapatkan hasil pengobatan terhadap kanker esofagus yang lebih maksimal, sebaiknya dilakukan dengan metode pengobatan yang tepat serta usaha dari dokter dan pasien penderita kanker esofagus.

Artikel ini dikutip dari Harian Kompas klasika

Blog ini mengikuti kontes SEO astaga.com lifestyle on the net

Artikel Terkait



3 comments:

milanisti indonesia October 19, 2009 at 3:38 PM  

meskipun hancur lebur tetep forzaa milan broo

adam bimatara October 20, 2009 at 12:31 PM  

wah banyak jga yah jenis kangker yan?

YanTsen Manik October 23, 2009 at 12:14 PM  

@ milanisti : Sept dahhhh....

@ adam : Kanker emang banyak bro, tapi yang paling sering di idap ama orang itu kantong kering "kanker" ha..ha..ha.

ARTIKEL PENGHASIL UANG

  © Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia Wild Birds by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP